Pulang Sekolah, Siswi SD di Kisaran Tewas Tersambar Kereta Api

ASAHAN – Seorang siswi sekolah dasar (SD) tewas disambar kereta api sepulang sekolah saat hendak menyeberangi jalur perlintasan tepatnya di Jalan Pelita Keluarahan Kisaran Timur, Kabupatan Asahan, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (13/9/2023).

Seorang warga bernama Samsul Asri yang melihat kejadian itu menyebutkan diduga korban tidak mendengar saat kereta api yang lewat ketika hendak menyeberang seorang diri.

“Saya posisinya beberapa meter saja dari dia waktu menyeberang itu. Waktu selangkah lagi mau melewati rel itulah kereta api menyampar tercampak dia kira kira 15 meter posisinya telungkup di pinggir rel,” kata Syamsul.

Syamsul yang semula mengira bocah tersebut berhasil menyeberangi rel keretapi kemudian penasaran dan mengecek kembali perlintasan rel yang diseberangi siswi SD tersebut.

“Karena saya pikir anak ini sudah lewat (menyberang) tapi kok saya masih penasaran. Saya cek pertama kali nampak tasnya di pinggir rel situ saya jadi makin take nak. Saya jalan lagi lihat mencari dia kira-kira sepuluh meter posisinya dia sudah terlungkup enggak bergerak,” ujarnya.

Usai tersambar kereta kondisi korban tidak hancur, namun terdapat luka di bagian kepala korban. Warga yang melihat itu langsung membawa tubuh korban ke rumah sakit yang berjarak hanya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Kepala regu Polsuska Stasiun Kisaran, Tri Rochmad membenarkan peristiwa tersebut. Dikatannya kereta api yang melintas saat bocah malang itu menyeberang adalah KA Sribilah jurusan Rantauprapat – Medan dengan nomor lokomotif CC 2017708 yang diawaki masinis Bina Jackson Malau.

“Iya benar kejadiannya jam 10:27 pagi tadi. Kereta api penumpang jurusan Rantauprapat Medan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang mereka terima, siswi tersebut bernama Fianda Simanjuntak, berusia 7 tahun warga Jalan Pembangunan Kelurahan Kisaran Timur, Asahan.

“Berdasarkan keterangan saksi korban pulang sekolah mau menyeberang diduga kurang hati-hati tidak mengetahui ada kereta yang lewat,” ujarnya.

Korban diketahui biasa melintasi rel kereta api tersebut sebab jaran antara rumah dengan sekolahnya tidak begitu jauh dan sehari hari dilewati denga berjalan kaki termasuk menyeberangi rel perlintasan KA tersebut. (Atv)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *