Tempat Kita Berbagi Berita

Viral Lagi, Oknum Mengaku SPSI Marah Marah Minta Uang ke Warga

MEDAN – Aksi seorang pria marah-marah meminta uang kepada seorang warga di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, viral di media sosial. Pria itu mengaku dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Pantauan wartawan Jumat (3/2), aksi itu terekam dalam video yang berdurasi sekitar dua menit lebih. Pelaku terlihat mengenakan topi, tas sandang, baju kaos, dan bercelana panjang.

Terdengar pria tersebut terlibat cekcok dengan seseorang di dalam video. Pria itu melontarkan kata-kata kotor sembari mendorong korban mengajak berkelahi sembari meminta bayaran.

Dia menjelaskan kepada pelaku dirinya hanya pekerja di toko tersebut. Namun pelaku tetap mendesak korban agar membayar sejumlah uang.

“Kau ku gas nanti. Kau pikir suka-suka kau di sini. Kau bayar ini,” kata pelaku.

“Ya ini mau bayar berapa. Kalau sanggup kubayar, kalau tidak kubilang ke bos. Karena kantor tidak ngasih duit,” jawab korban.

“Ya kau bilang la ke kantor, di sini SPSI gimana,” sebut pelaku.

Ros selaku orang yang menyaksikan peristiwa itu, dikutip dari detikcom mengatakan awalnya kejadian tersebut terjadi pada Rabu (1/2/2023). Saat itu, ia bersama beberapa rekan kerjanya sedang berada di toko.

“Jadi itu kejadiannya di toko lem tempat saya kerja ini. Pelaku datang minta yang uang bongkar muat. Karena dari kantor tidak ada biaya itu cekcok lah sama teman kerja saya,” kata Ros, Jumat (3/2/2023).

“Pelaku meminta untuk satu kaleng lem yang masuk dan keluar dari toko diberi harga Rp 1.000 untuk dia. Bayangkan, biasanya kami keluar masuk barang 200 kaleng, ya tidak bisa lah,” sambungnya.

Dia mengatakan saat itu pelaku melontarkan kata-kata kotor, mengancam, hingga mendorong teman kerjanya. Sampai akhirnya, pelaku diberikan uang Rp 20.000, lalu pergi.

“Nah, itu lah kejadian di video yang direkam dan beredar di media sosial. Terus besoknya dia datang lagi. Tapi karena hanya saya dihadapi dia lambat laun pulang,” jelasnya.

Ros menyampaikan kini teman kerjanya telah membuat laporan ke Polsek Delitua. Dia mendapat kabar pelaku juga sudah ditangkap. Ia berharap pelaku mendapatkan sanksi yang membuatnya jera. (Atv)

bagikan