Tempat Kita Berbagi Berita

Sumut Endemis DBD, Jumlah Kasus Capai 2.494 Orang

Photo : Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti. Dok: Ist

ASAHANTV | Medan – Kepala Dinas Kesehatan Provisnsi Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes mengatakan, Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumut masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.

”Hal ini dapat dilihat dari jumlah kabupaten/kota yang melaporkan kasus infeksi DBD semakin lama semakin meningkat ,” kata dr Alwi melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (29/8/2023).

Dari 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumut, jelasnya, seluruhnya telah endemis DBD.

Menurutnya, dari Januari hingga Agustus 2023, jumlah kasus DBD di kabupaten/kota Provinsi Sumut sudah mencapai 2.494 orang dengan kematian 12 orang atau dengan kata lain angka kesakitan sebesar 16 per 100.000 penduduk.

Ia mengatakan selain tindakan preventif dengan PSN 3M Plus, vaksinasi dapat menjadi tindakan pencegahan yang efektif, maka dari itu diperlukan vaksin yang diindikasikan untuk pencegahan penyakit dengue yang disebabkan oleh semua serotipe virus dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4).

Oleh karena itu, diharapkan adanya kerjasama lintas program/lintas sektor dengan peran serta seluruh elemen, mulai dari program antar program di Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit serta pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam upaya mengendalikan penyakit infeksi DBD.

Sebelumnya, Alwi Mujahit Hasibuan menghadiri dan membuka secara resmi kegiatan workhosp infeksi DBD di Hall Diponegoro Le Polonia Hotel Medan, Jumat (25/8/2023).

Alwi mengatakan pertemuan itu diselenggarakan dalam rangka tatalaksana kasus infeksi DBD bagi dokter/nakes dan peran lintas program/lintas sektor dalam mewujudkan Provinsi Sumut merdeka dari DBD.

Kegiatan ini turut dihadiri, Ketua Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan dr Asik Surya MPPM), Ketua ITAGI secara Daring Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Hamid Rijal SKM MKes.

Selanjutnya dari Departemen Penyakit Dalam FK USU dr Tambar Kembaren SpPD KPTI dan dr Francisus Ginting SpPD, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU dr Hendri Wijaya DTM&H MKed (Ped) SpA (K).(red)

bagikan