Tempat Kita Berbagi Berita

Viral Keluarga Pasien di Asahan Mengamuk di RS, Manajemen Jelaskan Duduk Perkara

Asahan – Sebuah video beredar viral di sosial media memperlihatkan sejumlah keluarga pasien mengamuk di sebuah rumah sakit swasta di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dalam gambar itu dinarasikan keributan berawal dari persoalan antean panggilan.

Pada suasana video yang beredar, Kamis (13/7/2023) terdapat dua orang wanita dan satu pria berteriak-teriak dan berhadapan dengan beberapa petugas di ruang pelayanan rumah sakit.

Adapun, pasien diketahui pengguna fasilitas BPJS Kesehatan yang sudah antre di Rumah Sakit Wira Husada Kisaran namun tiba-tiba nomor panggilan antreannya dilompati. Selain itu, disebutkan pasien sudah menunggu dalam waktu yang lama.

Video tersebut pun ramai dibagikan. Hingga akhirnya keluarga pasien yang ribut-ribut tadi bergegas keluar menuju parkiran rumah sakit dan pulang setelah terjadinya kericuhan itu.

Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Wira Husada Kisaran, dr Faizal Muslim dikonfirmasi wartawan menjelaskan duduk perkara keributan keluarga pasien yang viral tersebut.

“Pasien itu sudah datang jam 11 (siang) ke resepsionis untuk mendaftar dan saat itu sudah kita jelaskan kalau dokter prakteknya baru datang jam 2 sampai jam 4 sore, akhirnya pasien ini menunggu keluar (rumah sakit),” kata Faizal.

Hingga pada sore harinya ketika dokter telah datang, Faizal mengatakan pasien yang keluarganya ribut itu kembali dan mendapat antrean nomor urut 7.

Setelah tiba pemanggilan antrean, panggilannya bomor 7 terpaksa dilompati dan petugas memanggil nomor antrean 9 dikarenakan kondisi pasien itu membutuhkan penindakan lebih cepat dan atas permohonan si pasien sendiri.

“Karena jarak antrean yang tidak jauh, sehabis melayani pasien dengan nomor antrean 9 petugas kemudian baru memanggil nomor antrean 7. Di sini, pasien tersebut bahkan telah selesai dilayani oleh dokter dan di sini belum belum terjadi (keributan),” terangnya.

Kekacauan terjadi setelah keluarga pasien nomor urut 7 tersebut keluar dari ruang praktik dokter dan data kepesertaan BPJS Kesehatan pasien kembali divalidasi dimana terdapat ketidaksesuaian antara NIK dan nomor kepesertaan pada sistem komputer.

“Ketika dia keluar dari ruang dokter, petugas kan validasi lagi yang ternyata ada ketidaksesuaian data antara NIK dengan BPJS -nya. Di situlah mungkin meledak emosinya karena dari awal merasa dilompati nomor urutnya,” kata Faizal.

Dia mengatakan, sebenarnya permasalahan antara ketidaksesuaian NIK dan nomor peserta BPJS Kesehatan tersebut bisa diselesaikan. Namun petugas rumah sakit tak sempat menjelaskan dan membantu karena mereka terus dicecar dan dimarah-marahi sebagaimana pada video yang beredar.

“Ada sebenarnya solusi, tapi petugas kami tidak dikasi kesempatan berbicara karena pihak keluarga pasien yang bisa dilihat di video itu sudah pada marah-marah,” kata Faizal.

Pun meski petugas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut diviralkan manajemen tetap melaporkan ketidaksesuaian data itu ke BPJS Kesehatan dengan maksud agar si pasien ketika berobat di rumah sakit lain tidak mengalami kendala yang sama.

“Walaupun begitu sudah kami bantu juga hari ini, persoalan itu sudah kami selesaikan karena sudah datang juga pihak BPJS, kita dapat benang merahnya kalau masalah kesalahan ini sudah selesai, jadi kepesertaannya sudah tidak ada masalah lagi,” kata Faizal. (Atv2)

bagikan